
“Kadang saya nggak bisa lihat jalan, tapi tetap harus jualan. Kalau nggak, saya nggak bisa makan, Nak…” Pak Cecep, sambil menahan sakit di matanya
Setiap pagi, Pak Cecep memanggul dagangan kecilnya, kue sarang laba-laba, jajanan anak-anak yang dulu selalu laris.

Namun kini, matanya terus membengkak, merah, dan mengeluarkan air mata membuat pembeli takut mendekat.
Sakit di matanya tak pernah berhenti, membuat penglihatannya semakin kabur dan hidupnya semakin berat.
Penyakit mata yang dideritanya sudah sangat parah. Dokter menyebut, jika tidak segera ditangani, Ia bisa kehilangan kedua bola matanya.
Tapi Pak Cecep hanya bisa pasrah, karena jangankan untuk biaya berobat, untuk makan saja sering tak cukup.
Meski penglihatannya makin terbatas, Pak Cecep tetap berjualan keliling.

Dengan tongkat di tangan dan dagangan di pundak, ia berjalan tertatih menjemput rizkinya. Pernah, saat berjalan, beliau tersandung dan terjatuh bersama dagangannya, tapi tetap bangkit demi bisa bertahan hidup.
Pak Cecep hidup sebatang kara. Istrinya pergi meninggalkannya saat ia mulai sakit dan tak pernah kembali.

Kini, tak ada lagi yang merawat atau menemani, hanya rasa sakit dan kesedihan yang setia menemaninya setiap malam.
Penghasilannya pun sangat kecil, hanya Rp45.000 per hari, itu pun kalau ada pembeli.
Kadang ia pulang dengan tangan kosong dan perut lapar.
Sementara penyakit matanya semakin memburuk, membuatnya sulit berjualan seperti dulu. Sakit di matanya tak pernah berhenti. Kadang terasa perih luar biasa seperti dunia tiba-tiba gelap dan runtuh.
Jika tidak segera diobati, Pak Cecep bisa kehilangan penglihatan selamanya.
Namun, tanpa biaya dan tanpa keluarga, ia tak tahu harus berbuat apa selain terus berjuang dan berharap ada keajaiban.
#SobatKebaikan,
di balik tubuh lemah dan mata yang nyaris tak bisa melihat, Pak Cecep masih berjuang untuk hidup dengan penuh semangat.
Mari kita bantu agar beliau bisa menjalani pengobatan dan terbebas dari rasa sakit yang menahun.
Sekecil apa pun donasi dari kamu, sangat berarti untuk membantu Pak Cecep melihat dunia kembali tanpa rasa sakit.
Karena di balik setiap rupiah yang kamu berikan, ada harapan baru untuk seorang pejuang yang berjuang sendirian. Bantu dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.
4. Dapatkan laporan melalui email.
