Kehilangan Orang Tua, Tapi Tidak Boleh Kehilangan Masa Depan ←
Penggalang Dana

Kebaikan Indonesia •Organization •✓ Terverifikasi

Kehilangan Orang Tua, Tapi Tidak Boleh Kehilangan Masa Depan

Yatim• 34 hari lagi• 1 donatur

Rp10.000 terkumpul • 0% Target Rp100.000.000

Tentang Campaign Ini

## Mereka Kehilangan Orang Tua, Tapi Tidak Boleh Kehilangan Masa Depan

Masa kecil seharusnya menjadi waktu untuk bermain, belajar, dan tumbuh tanpa harus memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan hidup.

Namun bagi sebagian anak, keadaan memaksa mereka menjadi dewasa lebih cepat.

Ada yang kehilangan orang tua sejak kecil.Ada yang harus membantu keluarga mencari penghasilan.
Ada yang sepulang sekolah harus bekerja agar kebutuhan makan dan pendidikan tetap terpenuhi.

Mereka adalah **Rapa, Helma, Merlin, Fahri, dan Anjani.**

Cerita mereka berbeda, tetapi mereka sama-sama membutuhkan dukungan agar tetap bisa menjalani hidup dan mempertahankan pendidikan.

Rapa, 11 tahun, kehilangan ibunya sejak masih bayi. Ia tinggal bersama ayahnya yang bekerja serabutan. Setiap hari Rapa berjualan ubi dan kelapa dari kampung ke kampung. Hasilnya digunakan untuk membantu **kebutuhan makanan, kontrakan, dan agar Rapa tetap bisa bersekolah.

Helma, 16 tahun, telah kehilangan kedua orang tuanya. Ia kini tinggal bersama nenek yang sakit dan harus membantu merawatnya serta dua keponakannya yang masih kecil. Sepulang sekolah, Helma berjualan makanan ringan untuk membantu memenuhi **kebutuhan beras dan kebutuhan sehari-hari keluarganya**, sekaligus agar ia tetap dapat melanjutkan sekolah.

Merlin, 8 tahun, kehilangan ayah sebelum ia lahir dan kehilangan ibu ketika berusia 18 bulan. Kini ia tinggal bersama pamannya yang juga hidup dalam keterbatasan. Merlin membantu dengan menjajakan gorengan. Dukungan dibutuhkan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, pendidikan, perlengkapan sekolah, dan kebutuhan sekolah lainnya.

Fahri, 12 tahun, dan Anjani, 8 tahun, kehilangan ayah dan ibu. Kini mereka tinggal bersama paman. Sepulang sekolah, Fahri berjualan pisang dan terkadang hanya mendapatkan sekitar Rp20.000 sehari. Hasilnya digunakan untuk membantu kebutuhan makan, uang jajan, perlengkapan sekolah, pakaian, dan kebutuhan harian mereka, agar Anjani tetap bisa bersekolah.

Bayangkan...

Di usia ketika anak-anak lain sibuk bermain, mereka sudah belajar tentang kehilangan dan tanggung jawab.

Mereka tidak memilih kehidupan ini.

Mereka hanya sedang berusaha memastikan satu hal:

**besok masih bisa makan, sekolah, dan terus memiliki harapan.**

Kita mungkin tidak bisa mengembalikan orang tua yang telah pergi, tetapi kita masih bisa meringankan perjuangan mereka.

Bantuan kita dapat berarti **makanan, kebutuhan sekolah, dan kesempatan untuk terus belajar.**

Mari bantu mereka agar tidak harus menghadapi semuanya sendirian.

**Karena mereka sudah kehilangan orang tua, jangan sampai mereka juga kehilangan masa depan.**

**Klik “DONASI SEKARANG” dan hadirkan harapan untuk mereka.**

Belum ada kabar terbaru.
♥
Orang Baik Rp10.000
29 hari yang lalu