Tentang Campaign Ini
Kue-kue itu bukan miliknya.
Abah Entun hanya membantu menjualkan kue basah milik orang lain agar bisa mendapatkan sedikit penghasilan.
Jika kue-kue itu habis terjual, Abah Entun akan mendapatkan upah.
Namun jika tidak laku, ia harus pulang dengan tangan kosong.
Penghasilannya pun sangat kecil.
Kadang hanya Rp30.000 dalam sehari.
Kadang lebih sedikit.
Bahkan tidak jarang kue basah yang dibawanya seharian berkeliling tidak habis terjual sama sekali.
Artinya, tubuh renta itu harus berjalan kaki dari pagi hingga sore tanpa membawa uang untuk keluarganya.
Namun Abah Entun tetap berangkat setiap hari.
Karena ia tahu ada keluarga yang menunggu di rumah.
Ada kebutuhan yang harus dipenuhi.
Ada dapur yang harus tetap mengepul.