
Di usia 80 tahun, Abah Kurdi seharusnya menikmati hari tua dengan tenang. Duduk beristirahat, dikelilingi keluarga, merasakan perhatian dan kasih sayang. Namun kenyataannya jauh berbeda. Abah Kurdi hidup sebatang kara.

Setiap hari, dengan tubuh renta dan kaki yang tak lagi kuat, Abah Kurdi tetap berjuang berjualan es doger milik orang lain. Ia harus menyetor Rp100.000 per hari, apa pun hasil jualannya. Jika tak mencapai target, ia pulang tanpa upah.
Bahkan saat penjualan ramai sekalipun, uang yang dibawanya pulang hanya sekitar Rp20.000. Jumlah yang nyaris tak cukup untuk sekadar makan, apalagi untuk kebutuhan hidup lain.

Abah Kurdi tidak memiliki rumah. Malam hari ia hanya bisa tidur di emperan rumah pemilik usaha es doger. Ia merasa “bersyukur” bisa beristirahat di sana, meski tanpa kasur layak, tanpa kenyamanan, dan tanpa rasa aman.
Untuk makan, Abah Kurdi sering membeli satu porsi makanan lalu menyimpannya untuk dua atau tiga hari. Dimakan sedikit demi sedikit, hanya agar perutnya tidak kosong.

Setiap langkah Abah Kurdi adalah perjuangan. Setiap hari adalah pertaruhan antara lapar dan bertahan hidup. Hari ini, Abah Kurdi membutuhkan uluran tangan kita. Bantuan sekecil apa pun bisa menjadi harapan besar bagi seorang lansia yang berjuang sendirian di sisa usianya.
Mari hadir, sebelum terlambat.
Dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.
Belum ada donatur. Jadilah yang pertama!
Belum ada donatur. Jadilah yang pertama!
